Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, 20 October 2015

Puisi: Tidakkah Kau Sadar?


Dia memanggilmu, menyerumu, bahkan meneriakkan namamu
Namun kau tetap melangkah menjauh
Tidakkah kau menyadaraiNya?

Dia menjatuhkanmu ketika
kau ingin memilih jalan yang lain
Agar kau hanya memilih jalan kepadaNya
Tidakkah kau menyadariNya?

Dia membutakanmu ketika
kau mencoba untuk memalingkan pandanganmu dariNya
Agar hal terakhir yang kau lihat dan ingat adalah Dia
Tidakkah kau menyadariNya?

Dia mematahkan, menghancurkan, bahkan meremukkan hatimu agar
Dia membuatkanmu hati yang baru, dan
kau isi denganNya, hanya Dia

Dia melarangmu untuk meminum khamr,
agar kau hanya mabuk oleh
anggur kedekatan dan cinta kepadaNya,
yang dituangkan ke dalam cawan kalbu,
yang diteguk dengan nikmatnya oleh jiwamu
Tak peduli bagaimana kondisinya kala itu
Tidakkah kau menyadariNya?

Jika kau memang sadar
Lantas mengapa kau tetap menjauhiNya?

Jika kau memang sadar
Lalu mengapa kau terus saja mendustaiNya?

Puisi: Cintaku Bagai Pohon Jati


Cintaku bagai pohon jati,
yang siap ditebang ketika tua
Menjadi pondok peneduh
agar kau tak basah oleh hujan,
tak takut bahaya hening malam

Cintaku bagai pohon jati,
yang kayu, dahan dan rantingnya siap dibakar
Dilalap jilatan api yang ganas
agar kau tidur dengan nyaman dan hangat
Walau setelahnya akan menjadi abu, yang kemudian
diterbangkan oleh angin sebelum kau tersadar

Namun ingat
Cintaku bagai pohon jati,
yang siap meranggas ketika kemarau
Ketika terik panas menyengat
agar tak rusak raga ini
Karna aku pun tetap ingin hidup


Bagaimana dengan cintamu?

ThingsGuideIndian Education BlogThingsGuide